Review Berita: Anies Dikepung Protes Menteri Jokowi sebab PSBB Picu Ekonomi Anjlok (Alodia Kinanti Faruqa_112011133169_Kohler)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan
memberlakukan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanpa embel-embel
'transisi' pada Senin 14 September 2020. Pembatasan yang sama seperti awal
Maret ini diterapkan untuk mengantisipasi dampak terburuk dari COVID-19 yang tak
kunjung teratasi. Para pejabat di tingkat pusat menanggapi negatif rencana ini dari
sudut pandang ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, misalnya,
menyatakan pengumuman Anies, yang ia sebut sebagai “rem mendadak,” telah
menimbulkan ketidakpastian pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menteri Perindustrian
Agus Gumiwang juga merespons negatif dengan mengaitkan penerapan PSBB dengan kinerja
industri karena dapat membuat target Kementerian Perindustrian tidak tercapai.
Sementara Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan jika PSBB membuat
jalur distribusi terhambat, itu bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar juga mengkhawatirkan PSBB dari sudut
pandang ekonomi, bukan politik luar negeri. Oleh karena itu ia meminta jika PSBB benar-benar diterapkan, Anies memberikan
pengecualian bagi industri manufaktur dan sektor usaha, tentu dengan tetap menjalankan
protokol pencegahan COVID-19.
Ekonomi bisa semakin
anjlok jika PSBB DKI diikuti oleh provinsi lain di Jawa yang punya peran
penyangga industri nasional, katanya, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa
Timur. Belum lagi faktor buruknya penyerapan anggaran dan bantuan pemerintah
yang tak tepat sasaran. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute
for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan
penerapan PSBB sudah pasti akan memperburuk ekonomi. Meski buruk bagi ekonomi, Rizal menilai saat ini mau tak mau fokus pemerintah
adalah menangani pandemi atau memprioritaskan kesehatan.
Bagaimanapun saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Rizal. Pandemi Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada sektor perekonomian, tetapi juga pada semua aspek, kesehatan, bahkan pendidikan. Jika terdapat solusi untuk penuntasan pandemi ini, lebih baik diberlakukan. Namun, masyarakat pun juga patuh akan protokol kesehatan agar pandemi ini segera hilang. Dengan memprioritaskan dan membaiknya sektor kesehatan, sektor lain pun juga akan membaik.
Sumber berita dari: https://tirto.id/anies-dikepung-protes-menteri-jokowi-sebab-psbb-picu-ekonomi-anjlok-f386
Komentar
Posting Komentar