Review Berita: Jangan Sampai PSBB Sia-Sia: Ini Bukan Cuma soal Jakarta (Alodia Kinanti Faruqa_112011133169_Kohler)

 

Teori konspirasi makin merajalela, membuat masyarakat percaya bahwa COVID-19 tidak nyata. Hasilnya nyata, pertambahan kasus positif setiap hari mencapai angka lebih dari 3.500 orang. Kapasitas rumah sakit terokupasi dan masyarakat kekurangan tenaga kesehatan.

Kapasitas di rumah sakit diprediksi penuh pada awal minggu keempat September. Jika disertai penambahan jumlah kasus positif seperti sekarang, pandemi ini akan mengakibatkan jumlah kematian total mencapai 3.000 orang pada akhir Oktober.

Beban kerja tenaga kesehatan yang semakin berat membuat mereka rentan tertular dan menjadi korban jiwa. Kematian dokter akan membuat rasio ketersediaan tenaga kesehatan di Indonesia makin lebar. Kemudian pada akhirnya pasien dengan keluhan penyakit selain COVID-19 akan sulit mendapat perawatan mumpuni. Sebelum masa kelam itu tiba, Indonesia harus segera melakukan remitigasi. Penanganan pandemi oleh pemerintah yang tak maksimal diiringi rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat melahirkan wajah Indonesia saat ini, seperti angka infeksi yang justru semakin naik, aksi boikot negara lain terhadap WNI, dan terpuruknya ekonomi dalam negeri.

Faktanya respon dari semua permasalahan itu ditanggapi santai oleh khalayak umum. Di lain sisi laporan dari Amnesty International menyebut sekitar tujuh ribu kematian tenaga medis di seluruh dunia, selama pandemi COVID-19 ini. Negara yang paling banyak memakan korban dari tenaga medis adalah Meksiko sebanyak 1.320 jiwa, disusul Amerika Serikat 1.077 jiwa, dan Inggris 649 jiwa. Jika dirata-rata, IDI menyebut ada satu orang tenaga medis meninggal per hari selama periode Juni-Agustus 2020. Jumlah ini menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan angka kematian tenaga kesehatan terbesar di dunia.

Sebagai masyarakat, kita harusnya tahu betul bahwa pandemi ini bukanlah hal yang main-main. Ada banyak jiwa melayang akibat ketidakpatuhan kita. Kita sebagai masyarakat seharusnya menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pemerintah pun baiknya terus melakukan kebijakan dan menindak tegas masyarakat yang kurang dan/atau tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Para tenaga medis diberi tunjangan yang sesuai dengan kerja kerasnya. Dan bagi tenaga medis yang gugur karena melawan virus ini, ada baiknya keluarga yang ditinggal diberi bantuan sebagai rasa belasungkawa dan terima kasih atas perjuangannya.

Sumber berita dari: https://tirto.id/jangan-sampai-psbb-sia-sia-ini-bukan-cuma-soal-jakarta-f398 


Komentar